**SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI**

Pages

Wednesday, 9 March 2016

Penggunaan Kata Sugesti pada Proses Pembelajaran Cemerlang

Apa itu sugesti?
Ada banyak definisi yang diberikan oleh para pakar. Masing-masing praktisi hipnosis/hipnoterapi tentunya juga punya definisinya sendiri. Saya yakin anda juga punya definisi sendiri. Berikut ini saya ajukan dua definisi sugesti.

Pertama, definisi sugesti dari sudut pandang populer atau kamus. Sugesti adalah pengaruh yang halus, hampir tidak kentara, yang dialami seseorang tanpa ia sadari, di mana sumber pengaruh ini berasal dari orang lain, yang mengakibatkan timbulnya respon dalam diri orang ini tanpa ia menyadari sumber atau asal pengaruh (sugesti) dan seringkali juga tanpa menyadari kejadiannya.

Kedua, definisi yang lebih teknis menyatakan bahwa sugesti adalah komunikasi bermakna yang secara sengaja, terstruktur, dan sistematis dilakukan oleh seseorang, bisa disebut sebagai hipnotis, suggestor, operator, hipnoterapis, terhadap orang lain yang disebut sebagai subjek, klien, atau orang yang disugesti dengan tujuan membangkitkan respon secara sukarela di pihak subjek, yang mana respon ini tidak akan timbul tanpa adanya sugesti.

Sugesti sangat erat kaitannya dengan hipnosis. Akan tetapi kadang orang berpikir bahwa hipnotis merupakan sesuatu yang negatif, mungkin karena dari adanya kejadian di mana telah banyak orang yang menjadi korban dalam modus penipuan yang katanya menggunakan hipnotis. Sebenarnya yang digunakan dalam tindak kejahatan itu bukan merupakan sesuatu yang ilmiah seperti hipnotis, akan tetapi pelaku tindak kejahatan itu menggunakan sesuatu yang tidak ilmiah yang berbeda dari hipnotis, mereka tidak menggunakan sugesti kata-kata melainkan dapat menggunakan asap rokok, sentuhan, maupun pandangan, dalam hal ini tidak digunakan sugesti melainkan bantuan makhluk halus, dari sudut pandang agama islam ilmu tersebut dilarang karena dikhawatirkan menjadi syirik dan tidak dapat diterima dengan akal pikiran.

Berbeda dengan hipnotis yang dapat dibuktikan dan dapat dilakukan penelitian serta diperbolehkan dalam agama dan kesehatan. Pada zaman dulu dan sekarang dari sudut pandang positif hipnotis, dapat berguna dalam proses pemberian motivasi sehingga dapat merubah pola pikir menjadi lebih baik atau yang dikenal dengan hipnoterapy. Hipnotis merupakan ilmu yang sangat mulia, dari itu ada baiknya kita memahami dan mempelajari hipnotis dan mengambil manfaatnya. 

Hipnotis dapat dikategorikan sebagai contoh fenomena teori jarum hipodermik namun penggunaannya secara personal karena pada hal ini sugesti yang telah diberikan pada korban hipnotis akan diterjemahkan secara skeptisisme. Pada saat itu diri kita berada pada pikiran alam bawah sadar yang sebenarnya di sanalah letak dan bentuk kecerdasan baik IQ, EQ, maupun SQ seseorang yang tidak pernah dapat dinyatakan saat kita berada di alam sadar atau alam nyata kita, dari alam bawah sadar tersebut semua potensi dan tingkat kejujuran manusia akan dinyatakan tanpa dapat ditahan lagi.

Dengan berbagai macam tindakan selama kita berada di bawah pengaruh hipnotis, kita dapat menganalogikannya seperti saat kita dikejar oleh seekor Anjing yang galak, dan pada saat itu kita akan mengerahkan semua kemampuan kita untuk dapat terhindar dari gigitan Anjing galak tersebut tanpa kenal lelah, atau seperti pada saat kita harus mengumpulkan tugas yang sudah deadline maka pada saat itu ide-ide kita baru akan muncul dengan sendirinya, artinya dengan masuknya sugesti hipnotis maka individu tersebut akan berada pada titik kebenaran, kejujuran, kecerdasan yang paling tinggi atau pembeberan semua potensial yang ada pada diri individu tersebut. Itu salah satu dari proses pemberian atau penafsiran sugesti. 

Pemberian sugesti dapat dilakukan dengan cara koersif maupun persuasif, semunya akan mampu memberikan dampak baik positif maupun negatif tergantung si pemberi sugesti. Sadar atau tidak, hal ini sering dilakukan oleh para guru di sekolah. Pemberian secara koersif dapat dilakukan dengan cara dibentak, atau karena sering diberi hukuman apabila dia melanggar, maka hal itu secara tidak langsung akan memberikan sugesti bahwa dia harus melakukan hal tersebut, namun sugesti ini masih dalam tahap biasa, begitu pula sugesti secara persuasif artinya sugesti yang diberikan dengan cara halus atau dengan doktrinan yang lembut namun sebenarnya tajam dan menuju pada pemahaman dari subjek hipnotis tersebut.

Bagaimana langkah-langkah penggunaan kata sugesti pada proses pembelajaran cemerlang?
Bersambung. . . !!!

2 comments: